About Me
- Warsinem Berkonde
- WARGA SIJI ENEM BERNAFSU KOMPAK DAN PENUH IDE | X6 SMANSSA 2011/2012 °\(^▿^)/°
Orener's
Rabu, 07 September 2011
Sayuran Busuk
Sore itu, aku berjalan-jalan di sebuah pusat perbelanjaan dengan adikku. Suasananya sangat ramai dengan orang-orang yang berbelanja. Aku kesulitan mengawasi adikku karena ia berlari-larian kesana kemari sementara suasana sangat ramai. Aku berusaha menggandeng tangan adikku. Tapi ia terus-terusan melepaskan genggaman tanganku.
Kami memasukki super market untuk membeli beberapa kebutuhan. Kuambil sayur mayur dan beberapa bumbu tepung (Dhea). Sayuran yang aku pilih sedikit terlihat tidak segar. Aku mondar-mandir mencari petugas untuk melaporkan sayur-sayuran itu sedikit busuk. Tapi aku tidak menemukan satu petugaspun. Aku memutuskan untuk kembali ke los sayuran.
Di sana aku memilih-milih sayuran yang segar. Tapi tetap saja sayuran itu kurang segar semua. Adikku lalu memanggilku dan mengajakku pulang. Dia terus-terusan menarik-narik tanganku. Akhirnya aku dan adikku pulang dengan membawa sayuran yang kurang segar (Andy).
Kami memasukki super market untuk membeli beberapa kebutuhan. Kuambil sayur mayur dan beberapa bumbu tepung (Dhea). Sayuran yang aku pilih sedikit terlihat tidak segar. Aku mondar-mandir mencari petugas untuk melaporkan sayur-sayuran itu sedikit busuk. Tapi aku tidak menemukan satu petugaspun. Aku memutuskan untuk kembali ke los sayuran.
Di sana aku memilih-milih sayuran yang segar. Tapi tetap saja sayuran itu kurang segar semua. Adikku lalu memanggilku dan mengajakku pulang. Dia terus-terusan menarik-narik tanganku. Akhirnya aku dan adikku pulang dengan membawa sayuran yang kurang segar (Andy).
Nadzifa Nur Fadila (X-6 / 21)
Selasa, 06 September 2011
Ternyata Dono
Sore itu aku berjalan-jalan di sebuah pusat perbelanjaan dengan teman-temanku. Aku melihat orang-orang berlalu lalang. Memilih barang-barang yang akan mereka beli. Aku sendiri dan teman temanku bingung ingin membeli apa. Kami hanya mengitari lantai satu sesekali melirik barang yang lucu.
Tiba-tiba aku terkejut melihat seseorang. Dan muka orang itu tidak asing bagiku. Terlihat sesuatu yang menonjol dari orang itu. Teringat hal itu aku jadi senyam-senyum sendiri. Orang itu tibat-tiba menghilang. Aku mengajak teman-temanku mencari orang itu. Kami memutuskan berpencar untuk mencarinya.
Aku berjalan-jalan di sekitar tempat orang yang aku lihat tadi. Sudah cukup lama aku mondar-mandir di tempat itu, tapi aku belum juga menemukannya. Tiba-tiba seorang teman memanggilku karena dia telah menemukan orang tadi. Setelah aku dekati, ternyata dia Dono teman lamaku yang sangat akku rindukan,aku senang sekali bertemu dengannya kembali.
ATKA KURNIA SARI ( X-6 / 04 )
PECAH BERARTI MEMBELI
Sore itu aku berjalan-jalan di sebuah pusat perbelanjaan dengan temanku. Kami membeli baju-baju untuk lebaran nanti. Setelah itu, kami melihat-lihat di dalam pusat perbelanjaan untuk mencari hal-hal yang menarik. Kami melihat ada gelas-gelas kaca yang tersusun rapih di dalam rak lemari pertokoan. Kami mendekati rak gelas tersebut untuk melihat dengan jelas gelas-gelas yang ada di dalamnya.
Tak sengaja tanganku menyenggol rak tersebut dan menjatuhkan semua gelas yang ada di dalamnya. Aku bingung dan terkejut atas apa yang aku perbuat. Aku melihat puing-puing gelas itu berserakan di lantai pertokoan. Warna-warnanya yang begitu indah tercerai-burai di lantai-lantai pertokoan. Petugas satpam itu mendatangiku dengan wajah yang menyeramkan. Lalu dia mengajak aku dan temanku ke kantor untuk dimintai pertanggungjawaban.
Aku dan temanku hanya menurut saat kami digiring ke kantor. Di kantor, kami ditanyai tentang kejadian itu dan kami harus mengganti barang yang rusak. Karena aku tidak mempunyai uang, aku menelepon ayahku kemudian menceritakan apa yang terjadi. Saat mendengarnya ayahku malah tertawa dan menasihatiku agar hal tersebut menjadi pelajaran bagiku. Aku sangat malu disana sedangkan temanku menertawaiku.
Tak sengaja tanganku menyenggol rak tersebut dan menjatuhkan semua gelas yang ada di dalamnya. Aku bingung dan terkejut atas apa yang aku perbuat. Aku melihat puing-puing gelas itu berserakan di lantai pertokoan. Warna-warnanya yang begitu indah tercerai-burai di lantai-lantai pertokoan. Petugas satpam itu mendatangiku dengan wajah yang menyeramkan. Lalu dia mengajak aku dan temanku ke kantor untuk dimintai pertanggungjawaban.
Aku dan temanku hanya menurut saat kami digiring ke kantor. Di kantor, kami ditanyai tentang kejadian itu dan kami harus mengganti barang yang rusak. Karena aku tidak mempunyai uang, aku menelepon ayahku kemudian menceritakan apa yang terjadi. Saat mendengarnya ayahku malah tertawa dan menasihatiku agar hal tersebut menjadi pelajaran bagiku. Aku sangat malu disana sedangkan temanku menertawaiku.
By. Azka Hariz S (05)
Pertemuan Singkat
Sore itu aku berjalan-jalan disebuah pusat perbelanjaan dengan Rita. Kami melihat baju-baju yang terpajang dengan rapi. Kami hanya melihat-lihat baju karena belum ada satupun baju yang menarik perhatian kami. Saat kami melihat-lihat, rita menemukan dress berwarna hitam. Kamipun kekasir untuk membayar.
Ketika hendak membayar, kami bertemu Kak Rendy kakak kelasku. Aku tidak menyangka Kak Rendy tersenyum dan menyapaku. Wajahnya yang tampan membuatku merasa deg-degan. Rita yang menyadari gerak-gerikku yang aneh pun tersenyum. Aku hanya dapat menyapa dan tersenyum pada kak Rendy, ternyata Kak Rendy bersama seorang cewek.
Hatiku yang berbunga-bunga, sontak berhenti karena melihat hal itu. Akhirnya, Kak rendy berjalan menjauh tapi senyumannya masih membekas diingatanku. Aku bertanya pada Rita siapa cewek itu, ternyata dia adiknya Kak Rendy. Pulang dari sana aku senyum-senyum sepanjang perjalanan, walau Aku tahu kami hanya bertemu sebentar.
Ratih Kusumawati
23 (dua puluh tiga)
Ratih Kusumawati
23 (dua puluh tiga)
Minggu, 04 September 2011
Dompet Yang Terlupa
Ibuku bingung, lalu dia memintaku untuk membayarnya terlebih dahulu. Sebenarnya aku kesal karena uang yang aku kumpulkan untuk membali poster Shinee harus hangus untuk membayar baju. Saat aku mengeluarkan dompetku, aku melihat dompet ibuku ada di saku celana ibuku. Padahal ibuku tadi sampai membolak-balik tasnya. Aku langsung menyuruh ibuku untuk meraba saku celananya. Akhirnya uangku tidak jadi digunakan untuk membayar baju karena dompet ibuku sudah ketemu dan aku bisa membeli poster Shinee yang aku inginkan.
Aku hampir berjingkrak-jingkrak di kasir. Untung saja aku dapat menahan rasa berbunga-bunga di hatiku. Aku langsung mengajak ibuku untuk segera membeli poster Shinee.
Vega Norma Rafika Putri (X-6/28)
Langganan:
Postingan (Atom)