About Me
- Warsinem Berkonde
- WARGA SIJI ENEM BERNAFSU KOMPAK DAN PENUH IDE | X6 SMANSSA 2011/2012 °\(^▿^)/°
Orener's
Minggu, 11 September 2011
SAAT BERTEMU PACAR
Sore itu aku berjalan-jalan di sebuah pusat perbelanjaan dengan kakakku. Kami melihat baju-baju yang disana. Kami mencari baju sambil berbincang-bincang. Setelah aku dan kakakku menemukan baju yang kami inginkan. Kami pergi ke kasir untuk membayarnya. Kami merasa puas dengan baju yang kami beli.
Kakakku mengajak pulang sehabis itu. Saat perjalanan pulang aku bertemu dengan pacarku (Marista Puspita Sari). Kakakku berkata, saat pacarku bertemu aku dia terlihat merah. Kemudian kami memutuskan untuk berjalan-jalan kesana kemari. Kakakku sering mengerjani kami, sampai-sampai aku dan pacarku terlihat salah tingkah.
Akhirnya aku dan pacarku mencari – cari makanan untuk berbuka. Setelah mencari, aku mendengar sayup-sayup penjual es cendol dan mie ayam yang bersamaan dan ternyata mereka sepasang suami istri. Akupun membeli keduanya, pacarku hanya cengar-cengir melihatku. Akhirnya kamipun berbuka puasa bersama. (Octavian Addis Wijaya)
Laela Rizki Fauzia
X6 // 15
Kamis, 08 September 2011
Gayus yang Jayus
Sore itu aku berjalan-jalan di sebuah pusat perbelanjaan dengan ibuku. Aku dan ibuku melihat-lihat pakaian-pakaian di sebuah stand belanja. Lalu aku memilih-milih pakaian yang akan kubeli nanti. Tiba-tiba bel swalayan berbunyi. Ternyata ada orang yang berusaha mencuri barang-barang di swalayan tersebut.
Kemudian aku dan ibuku bergegas pergi ke Stadion Jatidiri untuk menonton Turnamen Tenis Asia. Betapa aduhai melihat atlet-atlet dari Indonesia yang sangat bersemangat (Aguston). Atlet dari China sangat kuat seperti Tembok China. Lalu aku membeli bolang-baling dari seorang pedagang asongan yang sedang mondar-mandir. Aku sangat terkejut ketika aku melihat sosok orang yang sudah tak asing lagi bagiku. Ternyata dia adalah Gayus Tambunan yang sedang menonton tenis bersamaku sore itu.
Setelah aku menghabiskan bolang-baling yang kubeli tadi, aku kembali menonton pertandingan tenis. Aku memata-matai Gayus yang sedang menonton tenis. Aku mendengar sorak-sorai penonton yang menyemangati petenis andalannya sehingga mengacaukan konsentrasiku untuk memata-matai Gayus. Ternyata Gayus telah pergi dari bangkunya. Akhirnya aku memutuskan untuk pulang karena hari mulai gelap (Fawwaz Aldi).
Rausanfiker Robby Maulana X-6/24
Penyesalan yang Mendalam
Sore itu aku berjalan – jalan disebuah pusat perbelanjaan dengan teman – temanku. Kami melihat boneka – boneka dengan berbagai bentuk. Kami memilih – milih boneka dengan bentuk yang kami sukai. Aku memilih boneka yang berbentuk monyet. Setelah mambayarnya kami kembali berkeliling.
Karena merasa lapar kami pun memutuskan untuk makan terlebih dahulu. Tapi sayangnya hari itu cafe sangat ramai, jadi kami mamutuskan untuk mencari tempat lain ( Atka ). Tiba – tiba terlihat truk besar di area parkir cafe. Saat itu ada kucing yang berjalan mondar – mandir dibelakang truk. Tiba – tiba truk bergerak mundur ke arah kucing. Aku pun berusaha menyelamatkan kucing itu.
Aku langsung berlari - lari untuk menyelamatkan kucing itu. Terdengar jelas ngeongan kucing yang ketakutan, sayangnya aku terlambat untuk menyelamatkannya, kucing itu pun mati terlindas ban truk. Jantungku berdebar – debar mengetahui jika aku gagal menyelamatkan kucing itu. Aku merasa sangat bersalah, akhirnya aku dan temanku pulang dengan rasa penyesalan ( Ita Billa).
Anita Aulia Asni kusumawardani
X6 / 03
Rabu, 07 September 2011
Anehnya si Sasya
Sore itu aku berjalan-jalan di sebuah pusat perbelanjaan dengan saudara perempuanku yang bernama Sasya.Disana aku membeli bunga-bunga imitasi yang sangat terlihat indah.Namun tak tahu kenapa,Sasya malahan mondar-mandir tidak jelas seperti orang yang kebingungan.Cepat-cepat aku menghampirinya dan aku langsung menarik tangannya.Sasya terkejut dan berteriak,semua pengunjung melihat kearah kami.
Aku dan Sasya kemudian meninggalkan tempat tersebut karena saking malunya.Saat kami sedang berjalan,Sasya malah marah-marah sendiri seperti kesambet setan.Dia tidak mau ku ajak pulang dari tempat tadi karena dia masih penasaran dengan seorang cowok yang mirip dengan kekasihnya.Saat kami sampai di parkiran, aku memperhatikan gerak-gerik Sasya yang aneh.Tapi aku tidak memperdulikannya.Mungkin dia masih penasaran dengan cowok yang dia lihat tadi.
Kami pulang dengan muka Sasya yang kemerah-merahan karena kesal.Tiba-tiba dia marah-marah dan terdengar bagaikan petir yang menyambar-nyambar.Karena aku takut menjadi pelampiasan kemarahannya,aku segera masuk ke dalam rumah dengan tergesa-gesa.Itu adalah pengalaman menarik untukku.
Rohayati (25)
The Red Wilson - Dhea Arvie/07
Sore itu aku berjalan-jalan di sebuah pusat perbelanjaan dengan temanku. Orang-orang juga berbelanja di pusat perbelanjaan tersebut. Terlihat kerumunan orang mondar-mandir di toko Sport Station. Ternyata ada diskon akbar di sana. Kamipun memutuskan untuk melihatnya.
Ketika melihat sebuah raket tenisWilson warna merah aku menyambarnya. Aku ingin sekali membeli raket bagus itu (Nadzifa). Tapi, saat aku melihat harganya akupun mengembalikan lagi ke tempatnya semula. Tapi warnanya yang kerlap-kerlip itu menggodaku untuk membelinya. Untung ada diskon meskipun cuma 30%.
Di situ aku melihat-lihat lagi karena ada 2 pilihan yang ditawarkan penjual itu. Seakan-akan 2 raket itu berteriak-teriak, "Beli aku! Beli aku!". Tetapi saya lebih tertarik dengan warna-warna yang berbau keberanian, sedangkan yang satu warnanya biru muda. Dan akhirnya saya membeli raket tenis Wilson warna merah yang dari awal sudah aku idam-idamkan (Rozzy).
Ketika melihat sebuah raket tenisWilson warna merah aku menyambarnya. Aku ingin sekali membeli raket bagus itu (Nadzifa). Tapi, saat aku melihat harganya akupun mengembalikan lagi ke tempatnya semula. Tapi warnanya yang kerlap-kerlip itu menggodaku untuk membelinya. Untung ada diskon meskipun cuma 30%.
Di situ aku melihat-lihat lagi karena ada 2 pilihan yang ditawarkan penjual itu. Seakan-akan 2 raket itu berteriak-teriak, "Beli aku! Beli aku!". Tetapi saya lebih tertarik dengan warna-warna yang berbau keberanian, sedangkan yang satu warnanya biru muda. Dan akhirnya saya membeli raket tenis Wilson warna merah yang dari awal sudah aku idam-idamkan (Rozzy).
Langganan:
Postingan (Atom)