About Me

Foto Saya
Warsinem Berkonde
WARGA SIJI ENEM BERNAFSU KOMPAK DAN PENUH IDE | X6 SMANSSA 2011/2012 °\(^▿^)/°
Lihat profil lengkapku

Orener's

Senin, 30 Januari 2012

Keuntungan Sistem Poin yang Diberlakukan di Sekolah

Saat ini, banyak sekolah yang telah memberlakukan sistem poin untuk menertibkan siswa-siswanya. Hal ini dikarenakan banyaknya siswa yang sering melanggar tata tertib sekolah dan juga karena pihak sekolah ingin agar siswa-siswanya bisa menjadi lebih tertib dan bisa menaati peraturan yang ada di sekolah. Banyak siswa yang kontra dengan diberlakukannya sistem poin ini, tetapi banyak pula siswa yang pro terhadap keputusan yang dibuat oleh pihak sekolah tersebut. Bagaimanapun juga, siswa-siswa yang kontra terhadap sistem poin tetap harus mengikuti peraturan dan kebijakan yang dikeluarkan oleh sekolah.
Di setiap sekolah yang memberlakukan sistem poin, pasti siswa-siswanya menanyakan apa manfaat dan kegunaaan dari sistem poin tersebut, karena bagi siswa-siswa yang suka melanggar tata tertib sekolah, sistem poin sangat merugikan mereka. Jika mereka sering melanggar tata tertib sekolah, maka poin mereka akan cepat habis dan mereka dapat dikeluarkan dari sekolah tersebut. Apa lagi, bagi siswa yang di sekolahnya memberlakukan sistem poin kelipatan seperti yang diberlakukan di SMA Negeri 1 Salatiga. Jadi, jika mereka terus melakukan pelanggaran yang sama secara berulang-ulang, maka poin yang didapat akan berlipat-lipat. Misalnya seorang siswa datang terlambat ke sekolah, siswa tersebut akan mendapatkan poin 3 angka. Selanjutnya, jika siswa tersebut datang terlambat lagi, dia akan mendapatkan poin 6 angka, begitu seterusnya.
Manfaat sistem poin sangat besar, tetapi tetap saja ada sebagian siswa yang tetap acuh tak acuh menanggapi kebijakan sekolah tersebut. Seperti sering melanggar peraturan, sembunyi-sembunyi dalam melakukan pelanggaran dan tidak mengakui bahwa mereka telah melakukan kesalahan. Mereka benar-benar tidak menyadari bahwa setiap kebiasaan atau pelanggaran kecil yang mereka lakukan akan berdampak pada kepribadian mereka di masa depan dan itu sangat merugikan mereka. Kebiasaan kecil itu juga yang akan mendarah daging dalam diri siswa tersebut dan akan ia lakukan seumur hidupnya. Seperti terlambat datang ke sekolah, membolos, melakukan tindakan yang tidak baik seperti merokok, berpakaian tidak rapi, korupsi waktu yang berakibat menjadi korupsi dalam segala hal, dll.
Sebenarnya, pentingkah sekolah-sekolah memberlakukan sistem poin? Ya! Itulah jawaban saya. Karena banyak sekali keuntungan dan manfaat yang dapat dilihat dari adanya sistem poin di sekolah-sekolah, yaitu siswa dapat lebih disiplin dalam menaati peraturan, makin berkurangnya siswa yang melanggar peraturan, siswa lebih memiliki rasa tanggung jawab yang besar, dll. Dengan sistem poin juga, sekolah dapat membentuk karakter anak bangsa yang berbudi baik, disiplin, jujur dan bertanggung jawab. Jika tidak dimulai dari sekarang, lalu kapan kita akan memulai untuk membentuk pribadi yang lebih baik?
Guru-guru pun juga merasa terbantu dengan diberlakukannya sistem poin dalam menertibkan siswa-siswanya, karena mereka tidak perlu bersusah-susah mengingatkan siswa-siswanya untuk selalu menaati tata tertib yang ada di sekolah. Itu dikarenakan, siswa-siswa telah diberi kebebasan untuk memilih. Memilih melakukan pelanggaran dengan konsekuensi mendapatkan poin atau memilih menaati peraturan supaya menjadi siswa yang baik. Pihak sekolah yakin, siswa-siswanya dapat berpikir dengan rasional dalam memutuskan sesuatu hal.

TIA AYU SULISTYANA / X-6 / 27
Jumat, 27 Januari 2012

Pemberlakuaan sistem poin di SMANSSA (Febriandita A.P./12)


Pemberlakuaan sistem poin  di sebagian  sekolah-sekolah Indonesia mendapatkan banyak pro dan kontra. Begitu juga  pemberlakuan sistem poin bagi siswa SMA N 1 Salatiga. Banyak yang menyetujuinya, tetapi  banyak pula yang menolakknya. Namun dibalik semua itu pemberlakuan sistem poin juga berguna untuk melatih kedisiplinan siswa siswi sekolah tersebut.Walaupun begitu kedisiplinan para calon pemimpin bangsa saja sudah tidak baik, lalu bagaimana nasip bangsa kita pada ,masa yang akan datang ?
Mungkin, ada juga beberapa sekolah yang memberlakukan sistem poin terhadap murid-muridnya terlalu ketat. Dalam arti peraturan yang diberikan juga terlalu ketat dibandingkan dengan sekolah – sekolah yang lain. Jadi bagi murid yang  melanggarnya akan diberikan poin tergantung atau berdasarkan jenis pelanggaran yang dilakukan siswa tersebut.  Begitu juga  seorang siswa yang telah memiliki banyak poin atau terlalu banyak melanggar peraturan  maka bisa saja ia diberikan sanksi. Sanksinya macam- macam, ada yang  berupa teguran juga ada yang berupa hukuman. Setiap sekolah memiliki aturan dan sanksi yang berbeda – beda pula.
Termasuk pemberlakuan poin  yang berada di SMA N 1 Salatiga, sistem  poin di SMA  N 1 Salatiga itu berlipat ganda, artinya jika siswa melanggar  suatu peraturan ia akan mendapatkan poin, jika ia melanggar aturan itu kembali  ia akan mendapatkan poin dua kali lipat dari poin yang pertama. Apabila poin yang dimiliki siswa telah 150 poin,  sanksi yang  diberikan oleh SMA N 1 Salatiga  adalah mengeluarkan siswa tersebut. Menurut saya pelanggaran yang banyak dilakukan oleh siswa siswi SMA N 1 salatiga adalah masalah sepatu yang tidak hitam polos, ataupun terlambat masuk kelas.
Namun pemberlakuaan sistem poin tersebut menurut saya memang  perlu, karena jika tidak diberlakukan sistem poin  para siswa akan banyak yang melanggar aturan. Sementara itu meskipun di SMA N 1 Salatiga sudah diberlakukan sistem poin, masih saja ada banyak siswa siswi yang melanggar atau menyalahi aturan yang berlaku. Mungkin pemberlakuan sistem poin di SMA N 1 Salatiga ini bertujuan untuk member efek jera bagi para siswa, dan untuk memupuk rasa disiplin sejak dini.  
Jadi dari penjelasan diatas saya dapat mengambil kesimpulan bahwa, pemberlakuan sistem poin di sekolah kita tercinta ini yaitu SMA N 1 Salatiga memang sangat perlu.  Meskipun, masih ada yang tidak setuju dengan sistem poin tersebut, tetapi  saya pribadi setuju dengan adanya sistem tersebut. Disamping itu semua, sistem tersebut juga bisa membuat siswa siswi menjadi lebih disiplin dan berusaha  menjaga nama baik SMA N 1 Salatiga.
Kamis, 26 Januari 2012

Pemberlakuan Sistem Poin di Sekolah


Di zaman sekarang pemberlakuan sistem poin  mulai diterapkan di berbagai sekolah pada umumnya . Misalnya di SMA N 1 Salatiga saat ini . Pemberlakuan sistem poin tersebut dibuat karena semakin banyaknya para siswa yang melanggar tata tertib yang telah dibuat oleh sekolahan . Apalagi siswa yang menginjak remaja, mereka biasanya akan berpenampilan sesuai dengan karakter mereka masing-masing ataupun mengikuti model zaman sekarang. Untuk menanggapi itu semua pihak sekolah harus mengupayakan ketertiban yang lebih ketat untuk menjadikan siswa yang berprilaku baik, berpenampilan baik , disiplin, dan tertib. Oleh karena itu pemberlakuan sistem point di SMA N 1 mulai di galakkan .
Ringannya sanksi yang diberikan SMA N 1 membuat para siswa menghiraukan tata tertib yang telah dibuat. Para siswa biasanya tetap akan melakukan penyimpangan apabila mereka hanya diberi teguran dari para guru. Itupun tidak semua guru memberikan teguran , terkadang ada guru yang tidak menghiraukan jika siswanya melanggar tata tertib. Akibatnya para siswa berulang-ulang kali melakukan pelanggaran tersebut . Itu semua karena mereka hafal guru mana saja yang akan memperingatkan mereka ketika mereka melakukan pelanggaran tata tertib sekolah. Untuk itu sistem pemberlakuan poin mungkin lebih efisien.
Sekarang ini pemberlakuan sistem poin di  SMA N 1 Salatiga sudah cukup bagus, karena di SMA N 1  diadakan sistem poin berlipat ganda untuk siswa yang melakukan pelanggaran yang sama berulang kali . Jadi apabila seorang siswa melakukan suatu pelanggaran ia akan dikenakan poin, jika ia melakukannya lagi maka ia akan dikenakan point kelipatan dua dari sebelumnya dan seterusnya. Dengan di bentuknya sistem poin berlipat ganda mungkin para siswa akan merasa lebih berhati-hati dalam berprilaku , karena mereka akan berfikir jika mereka terus melakukannya, poin mereka akan terus bertambah banyak dengan mudahnya.
Di SMA N 1 Salatiga diberi batasan poin tertinggi bagi para siswa . Yaitu jika siswa sudah mendapat poin dengan jumlah 150 maka siswa tersebut akan di tindak lanjuti . Pihak sekolah akan memberikan peringatan kepada siswa tersebut bahkan mungkin pihak sekolah akan memanggil orang tua siswa. Pemanggilan orang tua siswa ditujukan agar para orang tua mengetahui kesalahan yang telah anak-anak mereka lakukan selama disekolahan . Karena mungkin kebanyakan orang tua tidak terlalu peduli dengan tata tertib sekolah yang harus dipatuhi oleh anak-anak mereka. Oleh karena itu orang tua pun juga cukup berperan dalam pelaksanaan tata tertib sekolah.
             Maka dari itu dengan adanya pemberlakuan sistem poin diharapkan dapat menumbuhkan karakter siswa yang positif yaitu siswa menjadi disiplin dan mematuhi tata tertib sekolah yang telah dibuat. Selain itu pemberlakuan sistem poin juga diharapkan untuk menumbuhkan kesadaran diri bagi para siswa untuk berprilaku baik yang sekarang ini kebanyakan sudah mulai hilang.

Marista Puspita Sari
X-6 / 16 

Menyapu Koruptor Melalui Kantin Kejujuran


Mencegah lebih baik daripada mengobati. Maklum korupsi sudah mendarah daging di negeri ini.  Virus korupsi telah merajalela hampir disetiap orde pemerintahan kita. Korupsi yang subur telah menyengsarakan rakyat banyak secara berkepanjangan. Bahkan menghambat kemajuan bangsa dan negara ini kedepan. Sangat sulit memang memutus mata rantai korupsi ini sebab kebanyakan dari kita menganggapnya sebagai budaya. Padahal kalau kita bercermin dengan kultur budaya kita mengambil sesuatu tanpa seizin pemiliknya adalah sangat memalukan. Sebuah persepsi yang keliru jika menganggap korupsi adalah budaya. Jadi, Korupsi merupakan "penyakit masyarakat, bukanlah budaya”.

Hal ini dikarenakan penurunan moral bangsa, kurang cakapnya sikap jujur dan rendahnya jiwa profesional merupakan sebagian problematika yang dihadapi bangsa Indonesia. Penurunan ketiga hal ini dapat mengakibatkan runtuhnya sendi - sendi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dengan kantin kejujuran inilah moral itu dibangun sejak dini. Kantin kejujuran sendiri adalah sebuah warung kejujuran yang diinisiasi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia. KPK Menginisiasi warung kejujuran untuk menanamkan moral jujur dari usia dini. Warung kejujuran saat ini merambah di Sekolah Menengah Pertama (SMP) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA). Terinspirasi oleh program KPK tersebut, SMA N 1 Salatiga membuat sebuah warung kejujuran yang bernama kantin kejujuran. Kantin tersebut terus sudah mulai di rintis tahun ini. Secara tidak langsung, apa yang dilakukan oleh SMA N 1 Salatiga ini telah menyentuh tiga aspek pembangunan yang berkelanjutan pada siswa - siswi SMA N 1 Salatiga.

Moral kejujuran terbangun dengan sistem kantin kejujuran. Sistem kantin kejujuran adalah suatu sistem kantin tanpa penjaga. Setiap konsumen yang ingin membeli suatu produk, mereka bisa mengambil barang yang ada secara langsung di etalase dan bisa membayar di tempat yang telah disediakan. Apabila memerlukan kembalian, konsumen dipersilahkan mencari sendiri di kotak uang yang ada. Sistem kejujuran seperti ini membuat siswa - siswi  di SMA N 1 Salatiga menjadi konsumen di latih untuk bertindak jujur. Jujur dalam menghitung jumlah pembelanjaan mereka dan juga jujur dalam membayar serta mengambil kembalian.

Kantin kejujuran ini akan mejadi positif jika siswa bisa bekerjasama dengan sekolah. Dalam arti siswa bisa bertanggung jawab dan sadar untuk membayar barang yang diambil sesuai daftar harga yang tercantum. Namun, jika siswa – siswi yang membeli tidak bisa bertanggung jawab, pasti sekolah akan rugi dan kantin kejujuran pun terancam gulung tikar karena modal untuk membeli bahan – bahan pokok yang dijual sudah tidak ada.

Semakin berkembannya zaman ini, saya berharap anak bangsa kita bisa belajar berfikir dewasa untuk tidak berlaku curang dan selalu mengutamakan kejujuran demi kemajuan bangsa kita supaya anak bangsa kita tidak menjadi koruptor – koruptor liar yang hanya bisa menyengsarakan rakyat kecil. Semoga kelak dengan kantin kejujuran ini anak bangsa kita bisa membangun bangsa anti korup. Oleh karena itu, tidak akan  ada kemiskinan lagi agar Indonesia bisa menjadi negara yang maju, sejahtera, makmur, dan sentosa.

Rozzy Sulistiawan
26

Selasa, 24 Januari 2012

Kantin Kejujuran

Kantin Kejujuran

Makin hari, moral bangsa indonesia yang dulunya dikenal jujur oleh bangsa lain sudah mulai hilang.Oleh karena itu banyak sekolah-sekolah yang ingin membentuk karakter jujur sejak dini. Langkah tersebut mulai digalakan SMAN 1 Salatiga.

Sebagai awal langkah membuat karakter jujur sejak dini, SMA N 1Salatiga membangun sebuah kantin. Layaknya sebuah kantin, kantin tersebut banyak terdapat banyak aneka jenis makanan. Dari permen hingga makanan berat. Tetapi ada perbedaan yang sangat mencolok ,yaitu kantin tersebut tidak ada penjaganya . Siswa bebas mengambil makanan, menaruh uang ,dan mengambil kembalian tanpa di awasi oleh petugas.

Oleh karena itu kantin tersebut disebut kantin kejujuran . Progam tersebut diambil untuk mebentuk karakter jujur sejak dini. Dan masih banyak lagi langkah langkah yang digunakan oleh sekolah.

Progam tersebut kemungkinan bisa gagal. Misalnya banyak siswa yang tidak membayar . Tetapi Progam kantin kejujuran terbukti berhasil di SMA N 1salatiga . Dan sekarang tambah ramai di kunjungi siswa.

Banyak siswa di SMA N Salatiga menjunjung tinggi nilai kejujuran. Dan pada akhirya progam tersebut berhasil dan banyak sekolah- sekolah lain juga mengikuti progam ini , agar karakter para siswanya terbentuk karakter jujur sejak dini dan menjadi orang jujur.



NAMA : MUHAMMAD VIKI L

KELAS : X-6

ABSEN:20

Salah Satu Cara Pembentukan Jati Diri


Di zaman sekarang ini mungkin banyak pelajar yang menginginkan kebebasan. Khususnya untuk pelajar SMA yang masih sangat labil untuk mencari jati diri mereka masing – masing. Namun, hal itu dapat berakibat buruk jika dibiarkan, karena di zaman yang sangat modern ini apapun yang sebelumnya tidak terpikirkan oleh remaja bisa terpikirkan oleh mereka. Kepedulian sekolah terhadap siswa-siswinya juga berpengaruh. Salah satunya dengan maningkatkan kedisiplinan anak dan menanamkan tanggung jawab pada diri mereka. Salah satu caranya adalah menerapkan sistem poin terhadap pelanggaran yang mereka lakukan.
Dengan diberlakukannya sistem poin terhadap pelanggaran, para siswa dituntut untuk menaati peraturan yang telah ditetapkan oleh sekolah. Secara tidak langsung para siswa dapat meningkatkan rasa tanggung jawab dan kedisiplinan mereka. Dimulai dari hal-hal kecil, pemberlakuan sistem poin terhadap pelanggaran dapat dilaksanakan. Seperti cara berpakaian, keterlambatan siswa, hingga pelanggaran berat seperti melakukan kejahatan, narkoba dan berbuat asusila.
Untuk memudahkan pencatatan poin pelanggaran yang dilakukan siswa, pihak sekolah dapat membagikan buku yang dibawa siswa setiap  hari atau pihak sekolah juga dapat menyimpan sendiri buku pelanggaran tersebut. Pihak sekolah juga dapat memberikan batas maksimal poin yang dimiliki siswa pelanggar. Pemberian skor poin harus sesuai dengan pelanggaran yang dilakukan para siswa agar para siswa  tidak merasa dirugikan.
Tapi sayangnya kesadaran pada para siswa akhir-akhir ini sangat kurang karena banyaknya pengaruh dari luar. Banyak siswa sering melanggar tata tertib dengan diam-diam agar tidak ketahuan oleh guru sehingga mereka tidak diberi poin pelanggaran. Mungkin cara penerapan sistem poin juga dapat menumbuhkan kesadaran para siswa-siswi untuk menaati tata tertib yang ada.
Maka dari itu diharapkan dengan adanya pemberlakuan sistem poin tumbuhlah kesadaran siswa untuk menaati tata tertib sehingga terciptalah karakter diri yang positif  dengan tingkat kedesiplinan dan tanggung jawab yang besar, salah satu buktinya adalah dengan menaati tata tertib yang ada.

Anita Aulia Asni K
X6/03